Kilas Balik NGOCEH #12: Mewujudkan Pendidikan 

Berkualitas melalui Volunteering

Sumber gambar: Canva


Niat sekecil apapun asalkan dimulai dari kebaikan, pasti bisa berkembang menjadi dampak positif yang lebih besar. Sama seperti prinsip kerelawanan atau volunteering yang berbasis kebaikan. Dengan aktif melakukan kegiatan volunteering di bidang pendidikan, kamu juga bisa membantu mewujudkan pendidikan berkualitas di masyarakat lho! Penasaran caranya?


Pada hari Jumat, 29 Maret 2024, Instagram live @yayasankhouwkalbe kedatangan 2 tamu spesial. Ada Carmelita Winnie Joceline, penerima Beasiswa BESTARI Batch 1 asal Kalimantan Barat dan Tazkia Nurul Aulia, penerima Beasiswa Bakti Tani 2023 asal Jawa Barat. Carmel dan Tazkia membicarakan tentang pengalaman, tantangan, dan tips dari Tazkia seputar volunteering di dunia pendidikan. Menarik banget nih untuk disimak!


Tazkia adalah mahasiswi jurusan Agribisnis di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang sedang mengikuti Pertukaran Pelajar Merdeka di Universitas Prima Indonesia, Medan, Sumatera Utara. Saat ini, ia juga aktif di kegiatan luar kampus sebagai Core Team in Curriculum Division di Skola Ruma, relawan Social Media Specialist di Yayasan Wira Budaya Bangsa, relawan Sekretaris di Wiber Tangerang. 


Awal perjalanan Tazkia dimulai dari bangku SMA. Ia aktif di ekstrakurikuler dan dari sana, sering mengikuti kegiatan sosial ke sekolah-sekolah dan panti asuhan untuk berbagi ilmu. Pengalaman ini membekas di hati, sehingga Tazkia makin tertarik untuk ikut kegiatan kerelawanan. Harus merantau saat kuliah tidak membuat semangatnya menurun, Tazkia mulai ikut volunteering lagi sejak akhir semester 2 kuliah, setelah mampu beradaptasi dengan dunia perkuliahan. Alasannya supaya ia bisa mengenal diri sendiri lebih baik dan keluar dari zona nyaman.


Young On Top adalah organisasi yang pertama Tazkia ikuti untuk volunteering saat kuliah. Ia turut berpartisipasi di program Young On Top Mengajar, yang membuatnya makin melek akan dunia pendidikan. Selain itu, ia juga bisa berbagi ilmu dengan adik-adik usia SD, SMP, dan SMA.


Salah satu inisiasi yang dilakukan organisasi Young On Top bersama Taman School adalah Skola Ruma, kelas gratis untuk anak-anak yang tidak punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Dari yang awalnya kegiatan temporer, kemudian inisiasi ini mendapat respon positif dari murid dan orang tua murid sehingga diadakan open recruitment lagi untuk dibentuk menjadi kegiatan rutin. Tazkia aktif menjadi tim inti bagian kurikulum Skola Ruma yang sekarang sudah memiliki sekitar 90 murid (TK-SMP), keren banget! Kegiatan Skola Ruma rutin berlangsung di Gading Serpong, Tangerang, setiap hari Sabtu. 


Kondisi Tazkia yang sudah beda pulau dengan tempat pelaksanaan Skola Ruma tidak menjadi penghalang untuk aktif menjadi relawan, karena semangatnya masih menyala. Tazkia senang mengikuti kegiatan volunteering karena sudah merasakan segudang manfaat positif yang diberikan, di antaranya adalah:

Selain itu, melihat bahwa para penerima manfaat ikut merasakan dampak positif yang diberikan, juga memotivasinya untuk terus berkontribusi di bidang pendidikan melalui volunteering. Lalu, seperti apa tantangan yang dihadapi Tazkia saat menjadi relawan? Bagaimana cara membagi waktu antara kuliah dan kegiatan volunteer? Dengarkan lebih lanjut pengalaman dari Tazkia dan tips mengikuti kegiatan volunteer di channel Youtube Yayasan Khouw Kalbe