Supaya Menarik, Praktikkan 4 Tips Menulis Esai Beasiswa Ini



Sumber gambar: Canva


Seringkali proses rekrutmen beasiswa mengandung tahap penulisan esai – baik itu di awal maupun di tengah proses –  tujuannya agar pihak pemberi beasiswa lebih mengenal  kemampuan para calon penerima beasiswa Meskipun namanya sama-sama esai, menulis esai beasiswa dengan esai untuk tugas kuliah atau sekolah tidak sama, SahabatKK. Hal ini dikarenakan esai beasiswa juga menjadi wadah untuk menunjukkan kepribadian serta kemampuanmu dalam menyampaikan sebuah ide serta bagaimana kamu bisa merespon suatu masalah. 

Simak 4 tips simpel di bawah untuk membuat esai kamu lebih menarik di mata pemberi beasiswa:

Adanya batas minimal kata dalam syarat esai beasiswa bukan berarti jawaban kamu sengaja dipanjang-panjangkan. Justru, hindari menulis dengan bertele-tele karena tim rekrutmen akan fokus pada konten yang ditulis dan kualitas.

Untuk menghindari terjadinya menulis secara berlebihan, kamu bisa coba menuliskan kerangka karangan berisi apa saja hal yang mau kamu tuliskan di setiap paragraf terlebih dahulu sebelum menulis esai. 

Sebaiknya hindari menjawab pertanyaan hanya dengan kalimat seperti:

“Cita-cita saya adalah menjadi dokter karena saya ingin melayani masyarakat.” 

Mari ambil contoh pernyataan di atas, kamu bisa kembangkan lagi dengan alasan yang lebih lengkap dan logis. Kamu bisa memasukkan hal-hal pendukung seperti:

Tips ini juga bisa banget diterapkan apabila kamu diminta untuk menceritakan diri sendiri di esai. Jangan sekadar menulis, “Saya adalah seorang pelajar yang rajin dan ulet, memiliki motivasi tinggi, dan mampu bekerja di bawah tekanan.”, berikan juga pembuktian atas sifat-sifat tersebut. Kamu bisa masukkan beberapa contoh kejadian dimana sifat tersebut mampu memberikan dampak positif dan apabila ada, mencantumkan prestasi/pencapaian yang relevan.

Setiap manusia memiliki keunikannya tersendiri, baik dari identitas diri serta cara mereka memandang dunia. Tunjukkan siapa diri kamu dan mengapa kamu pantas menjadi salah satu penerima beasiswa yang sedang kamu incar. Memulai esai dari hal-hal yang ‘kamu banget’ juga bisa membantu di kala sedang bingung ingin menulis apa. 

Ada beberapa hal personal yang bisa kamu masukkan ke esai beasiswa, disesuaikan dengan pertanyaannya juga ya SahabatKK:

Eits, kembali lagi ke poin pertama, jangan bertele-tele alias jangan curhat yang berlebihan!

Perhatikan tata bahasa dalam esaimu. Beda satu-dua huruf atau salah tanda baca saja bisa berpengaruh terhadap isi esai kamu lho SahabatKK. Kamus bisa menjadi sahabat andalanmu untuk mengecek apakah kamu sudah menulis sesuai EYD (ejaan yang disempurnakan). Baca kembali esaimu sebelum dikumpulkan ya.

***

Ngomong-ngomong soal esai beasiswa, Yayasan Khouw Kalbe sedang membuka pendaftaran program Beasiswa DJITU 2024 nih SahabatKK. Salah satu dokumen prasyarat dari beasiswa ini adalah menyertakan esai beasiswa minimal 350 kata, bisa langsung praktik tips-tips di atas nih! Simak syarat-syarat lainnya di bawah:

Untuk keterangan lebih lanjut, kamu bisa membaca Buku Panduan Beasiswa di: bit.ly/PanduanBeasiswaDJITU-2024 

Jangan lupa untuk mendaftarkan diri kamu di bit.ly/DaftarBeasiswaDJITU-2024 sampai 9 Maret 2024

Semoga sukses!