Cara Melawan Kekerasan terhadap Perempuan Sebagai Generasi Muda

Sumber gambar: Canva


Kekerasan, terutama terhadap perempuan, adalah momok yang nampaknya masih menjamur di masyarakat. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (via dataindonesia.id) mencatat bahwa sebanyak 25.050 perempuan di Indonesia menjadi korban kekerasan sepanjang tahun 2022. Jumlah ini saja adalah kasus yang terlapor ke Kemenpppa, bagaimana yang belum atau tidak bisa dilaporkan?


Maka dari itu, kita sebagai anggota masyarakat harus berupaya untuk melawan kekerasan terhadap perempuan. Untuk memerangi kekerasan, kamu tidak harus menjadi aparat penegak hukum seperti polisi dan pengacara. Dengan status sebagai pelajar atau mahasiswa pun, kamu juga bisa membantu menghapus masalah sosial ini. Mau tahu bagaimana caranya? Yuk simak langkah-langkahnya di bawah ini!


Pengetahuan yang cukup akan kekerasan dapat membantu kita memperkuat alasan mengapa perlawanan atas kekerasan harus kita galakkan. Beberapa di antaranya adalah jenis-jenis kekerasan, faktor penyebabnya (untuk mencegah tindak kekerasan terjadi di masa yang akan datang, bukan untuk bersimpati pada pelaku), dan bagaimana cara penanganan apabila tindak kekerasan terjadi di sekitar kita. Kamu bisa mencari informasi-informasi tersebut melalui internet atau buku. Pastikan sumber yang kamu baca kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan ya SahabatKK.


Kebetulan di website YKK, ada artikel mengenai jenis-jenis kekerasan terhadap perempuan yang bisa kamu baca di: Jenis-jenis Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan



Selain bermanfaat untuk menambah koneksi, organisasi pemuda atau remaja dapat memperluas wawasan serta mengasah soft skill kamu. Tak jarang juga, organisasi-organisasi ini mengadakan kampanye atau acara sebagai ajang advokasi untuk menyuarakan aspirasi dan meningkatkan kesadaran di masyarakat tentang isu sosial. Beberapa contoh organisasi yang dapat kamu ikuti adalah Forum Anak, Duta Generasi Berencana, Girl Up, dan CYAN Indonesia.


Petisi online adalah salah satu bentuk penyampaian aspirasi yang bisa dilakukan secara damai (tidak anarkis) dan hanya memerlukan beberapa menit saja untuk menyampaikan dukunganmu. Kamu hanya perlu membaca dan mencermati dengan seksama isi petisi termasuk siapa pembuatnya, memberi tanda tangan online berupa data diri singkat, dan link petisi bisa kamu sebarkan ke teman & keluarga setelah selesai menandatangani petisi sehingga mereka bisa ikut mendukung. Situs yang bisa kamu kunjungi untuk melihat dan mengisi petisi online adalah change.org dan petisionline.com.


Selain mengisi petisi online, aksi aktivisme melalui internet yang dapat kamu lakukan adalah mengikuti kampanye media sosial bertema anti kekerasan dan membagikan post yang bertopik anti kekerasan. Media sosial adalah alat penyebaran informasi yang dapat menjangkau banyak orang di berbagai tempat dalam waktu yang singkat. Siapa tahu dari konten anti kekerasan yang kamu bagikan, ada teman-teman yang mendapat pengetahuan dan inspirasi baru.


Saat membaca atau mendengar cerita tentang kejadian kekerasan, nyalakan empati kita dan jangan menghakimi korban maupun keputusan yang ia buat. Bisa saja korban enggan untuk melapor atau tetap berhubungan dengan pelaku karena beberapa faktor. Kekerasan adalah peristiwa yang kompleks, kamu bisa membantu para korban dalam kondisi ini dengan menunjukkan dan memberitahu mereka kalau dukungan kamu selalu ada untuk mereka.


Apabila kamu ingin melaporkan tindak kekerasan, simpan dan hubungi kontak di bawah ini untuk pengaduan:



Ayo selamatkan perempuan dari tindak kekerasan, karena semua manusia itu setara dan sama-sama berhak mendapatkan kehidupan tenteram serta perlakuan yang layak! Kita muda, kita berhak bersuara ☺


Sumber:

Rizaty, M. A. (2023, Februari 7). Ada 25.050 Kasus Kekerasan Perempuan di Indonesia pada 2022 (D. Bayu, Ed.). Data Indonesia. https://dataindonesia.id/varia/detail/ada-25050-kasus-kekerasan-perempuan-di-indonesia-pada-2022