(#16HAKTP) Menjadi Lebih Inklusif terhadap Penyandang Disabilitas

Sumber gambar: Canva


Halo SahabatKK, tahukah kamu kalau setiap tanggal 3 Desember dirayakan sebagai Hari Disabilitas Internasional? Kata ‘disabilitas’ diartikan salah satu definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama sehingga mengalami hambatan dan kesulitan dalam berinteraksi.


Mengutip situs Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perayaan ini pertama kali dinyatakan dalam resolusi Majelis Umum PBB 47/3 pada tahun 1992. Hari Disabilitas Internasional bertujuan untuk mendorong pengertian akan isu-isu disabilitas untuk menggerakkan dukungan bagi martabat, hak-hak, dan kesejahteraan penyandang disabilitas.


Kita bisa turut mendukung mewujudkan tujuan di atas dengan langkah-langkah mudah dalam kehidupan sehari-hari loh, SahabatKK. Yuk simak caranya di bawah ini:


Adanya keberagaman di masyarakat bukan berarti kita menganggap ‘lain’ teman-teman yang berbeda. Teman-teman penyandang disabilitas bukan manusia yang pantas dijauhi, ataupun yang harus dikasihani atas keterbatasan mereka. Yuk hapus asumsi-asumsi terhadap penyandang disabilitas karena pada dasarnya, kita semua sama-sama manusia yang setara.


Ketika kamu sedang bepergian ke sebuah gedung, pernahkah kamu melihat tempat parkir atau toilet khusus disabilitas? Fasilitas-fasilitas tersebut dibuat dekat dengan lorong atau pintu untuk memudahkan akses ke mereka yang memiliki disabilitas fisik. Jadi, sepenuh-penuhnya tempat parkir atau toilet, jangan mengambil hak teman-teman disabilitas ya SahabatKK.


Ketika pintu lift atau kendaraan umum akan terbuka, berikan akses terlebih dahulu ke penyandang disabilitas untuk memudahkan mobilitas mereka. 


Memiliki keterbatasan bukan berarti membuat teman-teman penyandang disabilitas sama sekali tidak bisa mandiri karena tingkat interdependensi setiap individu berbeda-beda. Sudah banyak teknologi dan metode yang dapat mempermudah kegiatan mereka sehari-hari. Berinisiatif menolong adalah suatu niat yang baik, namun bertanyalah terlebih dahulu supaya tidak menyinggung mereka.


Di pergaulan sehari-hari, mungkin kita sering mendengar ungkapan-ungkapan tidak etis yang dilontarkan ketika mendeskripsikan sesuatu secara berlebihan. Contoh: “Ih kamu autis banget, gak bisa diem!” atau “Kamu tuli ya? Masa guru ngomong aja gak kedengeran?”


Kurang-kurangi yuk sikap seperti itu, apalagi ungkapan tersebut disampaikan dalam artian negatif. Disabilitas bukan sesuatu yang negatif dan tidak boleh direndahkan. 


Kembali lagi ke poin pertama, kita semua adalah manusia yang sederajat, lahir dengan martabat serta hak asasi manusia yang sama dan tidak boleh diganggu gugat siapapun. Mari rayakan perbedaan dengan menghargainya, bukan membiarkan perbedaan memisahkan kita.


Sumber:

disabilitas. (n.d.). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diakses pada Desember 2, 2023, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/disabilitas 


International Day of Persons with Disabilities – 3 December. (n.d.). United Nations Department of Economic & Social Affairs. https://social.desa.un.org/issues/disability/international-day-of-persons-with-disabilities-3-december#:~:text=The%20annual%20observance%20of%20the,General%20Assembly%20resolution%2047%2F3