Perempuan Dalam Pendidikan Indonesia

Gambar: Dokumentasi Yayasan Khouw Kalbe


Pendidikan adalah salah satu bagian terpenting bagi manusia agar bisa berkembang hingga membentuk kepribadian yang baik. Sebagai salah satu proses yang berkelanjutan, pendidikan menjadi sarana untuk mewujudkan generasi masyarakat yang berkualitas di masa depan, yang mampu membawa suatu bangsa kepada kondisi yang lebih baik. Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Fungsi Pendidikan, Indonesia lebih mengedepankan pendidikan yang mampu membangun sikap, karakter, dan transformasi nilai-nilai filosofis dari negara Indonesia.


Per tahun 2022, jumlah lulusan SMA di Indonesia mencapai 35,78% dan hanya 10,97% yang melanjutkan pendidikan hingga tingkat sarjana. Sementara itu di daerah pedesaan, rata-rata penduduknya hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP yaitu sebesar 39,09%. Masih di tahun yang sama, laki-laki dan perempuan masing-masing menempuh pendidikan paling banyak hingga SMA sebesar 5,01% dan 4,94%.


Penerapan pemerataan sistem pendidikan adalah sebuah keharusan jika sebuah negara mengharapkan kemajuan ekonomi dan pembangunan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun 2021, sebanyak 10,06% perempuan menempuh jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi, sementara laki-laki sebanyak 2,98%. Artinya, sebanyak 10 dari 100 perempuan Indonesia berhasil meraih ijazah hingga tingkat sarjana.


Dibalik lebih tingginya tingkat partisipasi perempuan dalam menempuh pendidikan, ternyata tidak berbanding lurus dengan fakta bahwa jumlah buta huruf di Indonesia masih didominasi oleh perempuan dengan persentase sebesar 5,35%. Selain itu, sebanyak 16,09% perempuan Indonesia yang berumur 15 tahun ke atas tidak memiliki ijazah. Artinya, 2 dari 10 perempuan Indonesia yang berumur 15 tahun ke atas mengalami putus sekolah.


Di antara beberapa hal yang menyebabkan banyaknya kasus putus sekolah pada perempuan, berdasarkan data dari Susenas pada tahun 2017 didominasi oleh kondisi perekonomian yang tidak mencukupi (30,68%), pernikahan dini (12,27%), bekerja menjadi tulang punggung keluarga (13,68%), dan mengurus rumah tangga (3,65%). Populasi ini didominasi remaja usia Sekolah Menengah Pertama yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah dan berasal dari wilayah di pulau terpencil.


Sebagai salah satu bentuk dukungan untuk perempuan agar semakin berdaya, unggul, dan menjadi generasi yang teladan, Yayasan Khouw Kalbe memberikan dukungan berupa beasiswa 100% untuk anak-anak perempuan di seluruh Indonesia khususnya yang berasal dari wilayah Timur agar melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, bernama Beasiswa Untuk Anak Perempuan Indonesia (BESTARI). BESTARI adalah hasil inisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yayasan Khouw Kalbe, dan UNFPA Indonesia untuk jenjang pendidikan D3, D4, dan S1. 


Target bidang studi yang tersedia adalah Agrikultur, Kesehatan, Teknik, Ilmu Sosial dan Politik, Matematika dan Pengetahuan Alam, Peternakan dan Perikanan, Pariwisata, Komputer, Hukum, Linguistik dan Pendidikan, serta Ekonomi dan Bisnis. Para peraih beasiswa BESTARI akan mendapat bantuan dana pendidikan hingga 10 juta per semester yang meliputi UKT/SPP, Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), dan juga Biaya Penelitian. Selain itu, ada juga pelatihan capacity building (pengembangan kapasitas) gratis untuk menambah wawasan dan pengembangan diri.


Adapun syarat untuk mendaftar beasiswa ini adalah:

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa membaca Buku Panduan BESTARI Batch 2 di bit.ly/PanduanBESTARI2023-Batch2


Segera daftarkan diri kamu di bit.ly/DaftarBESTARI-Batch2 karena pendaftaran beasiswa hanya dibuka sampai 14 November 2023. Follow Instagram @yayasankhouwkalbe supaya kamu tidak ketinggalan info mengenai beasiswa BESTARI dan program-program Yayasan Khouw Kalbe lainnya.


Semoga bermanfaat!


#YayasanKhouwKalbe #BeasiswaPendidikan #BeasiswaPerempuan #PerempuanBerdaya

#BeasiswaBESTARI


Sumber:

Goodstats.id

Ykp.or.id

Magdalene.co

Peran Pendidikan Sebagai modal Utama Membangun Karakter Bangsa

Persamaan Hak: Partisipasi Wanita Dalam Pendidikan